Bonus harian di Keluaran SDY 2020 – 2021.

JawaPos. com – Ditreskrimum Polda Jatim membongkar penipuan dengan kedok investasi. Jumlah korbannya puluhan orang. Kerugian yang sudah dilaporkan mencapai Rp 15 miliar.

Kabidhumas Polda Jatim Kombespol Trunoyudo Wisnu Andiko menyatakan, penyidik sudah menetapkan satu orang sebagai tersangka. Namanya Panji Permana. Dia adalah orang yang menipu para korban.

Dalam aksinya, tersangka menyaru sebagai konsultan trading forex profesional. Panji pun mengaku punya kantor. Lokasinya di Sidoarjo. ”Modus dari tersangka adalah mengajak para korban untuk berinvestasi, ” kata Trunoyudo kemarin (25/11).

Warga Kediri tersebut menjanjikan keuntungan setiap bulan. Jumlahnya 5 persen dari nominal uang dengan diinvestasikan. ”Iming-iming itu yang membuat korban mau berinvestasi, ” ujarnya.

Panji, lanjut tempat, menjalankan aksinya sejak 2016. Zaman itu dia masih berstatus personel sebuah bank. Investasi abal-abal tersebut ditawarkan ke teman kerjanya. ”Dia mengaku punya pekerjaan sampingan jadi konsultan trading, ” terangnya.

Lantaran sudah kenal, para korban tidak curiga. Terlebih, Panji punya track record baik jadi pegawai. ”Di awal-awal perjanjian, makna yang dijanjikan juga diberikan simpulan, ” jelasnya.

Trunoyudo menuturkan, seiring berjalannya waktu, investornya bertambah banyak. Mereka tidak ingat bahwa keuntungan yang diberikan sesungguhnya adalah sebagian dari uang premi mereka sendiri. ”Begitu sudah dapat uang banyak, tersangka menghilang, ” ucap polisi dengan tiga melati di pundak itu.

Kasus tersebut terbongkar setelah beberapa korbannya membuat laporan Agustus berarakan. Berbekal laporan itu, polisi mulai melakukan penyelidikan. Panji yang lari dalam dua panggilan pemeriksaan lalu dibekuk di Nganjuk. Dia ditangkap saat menunggu mobilnya diperbaiki. Belakangan diketahui, mobil itu ternyata dibeli dari uang korban.

Direskrimum Polda Jatim Kombespol Asli Suharyanto mengungkapkan, perkara itu masih akan terus dikembangkan. Sejauh ini, tersangka dijerat pasal permulaan tentang penipuan dan penggelapan. ”Tetapi, mampu saja berkembang ke pasal lain, ” ungkap perwira yang pernah menjabat Kasubdit II Dittipidkor Bareskrim Polri itu. Misalnya, tindak kejahatan pencucian uang.

Dia menambahkan, potensi jumlah korban berserang juga masih terbuka. Kerugian Rp 15 miliar, menurut dia, gres awal. ”Beberapa orang sudah muncul ke kami mengaku sebagai objek, tetapi belum didata. Kami mengambil melengkapi bukti dulu, ” jelasnya. Menurut dia, kerugian dari korban yang belum terdata resmi itu sekitar Rp 10 miliar.

UNTUNG BANYAK: Kombespol Trunoyudo Wisnu Andiko (tengah) menunjukkan barang bukti penipuan investasi yang disita polisi. (Dimas Maulana/Jawa Pos)

Panji di tempat yang sebanding mengaku uang korban memang dipakai untuk trading forex. Namun, dia juga tidak menyangkal bahwa aktiva yang disita terbeli dari kekayaan setoran yang masuk. Sebab, yang dipakai trading hanya sebagian. ”Sejak pandemi, profit turun, ” kilahnya. Karena terus-menerus tidak mendapat untung, dia akhirnya menghilang. Panji berargumen tidak sanggup untuk membayar makna korban sesuai dengan surat konvensi saat mereka menyetor uang.  

Saudara Sendiri Juga Jadi Korban

Korban  investasi abal-abal dengan dijalankan Panji Permana bukan cuma orang lain. Saudaranya sendiri pula menjadi korban penipuan. ’’Lumayan teoretis kerugiannya, ’’ kata Kasubdit I Kamneg Polda Jatim AKBP Rofikoh yang menangani perkara itu.

Menurut dia, saudara simpulan yang menjadi korban tidak cuma satu. Jumlahnya lebih dari perut orang. ’’Ada yang investasi Rp 200 juta, ada yang Rp 400 juta, ’’ tuturnya.

Saat mencari korban, prawacana Rofikoh, Panji memang mengutamakan orang terdekat. Dia mengincar mereka biar aksinya berjalan mulus. Sebab, satu diantara modalnya untuk menjerat korban ialah kepercayaan. ’’Jika mengajak orang dengan belum dikenal, bakal susah. Apalagi menginvestasikan uang yang jumlahnya sedemikian banyak, ’’ ujarnya.

Rofikoh menuturkan, mayoritas uang setoran korban habis digunakan tersangka. Panji memakainya untuk foya-foya. Dari sudut pandangnya, dia sudah terjerumus ragam hidup mewah. ’’Hampir semua barangnya yang disita merek unggulan, ’’ kata polisi dengan dua melati di pundak tersebut.

Dia mengungkapkan, para korban sebenarnya mengendus aksi culas tersangka semenjak beberapa bulan lalu. Mereka curiga lantaran keuntungan yang dijanjikan tak cair tepat waktu. Namun, tersangka punya alasan tersendiri.

Panji mengaku komisi belum bisa diberikan lantaran trading forex mengalami kendala. Dia berdalih karena pandemi. Ekonomi internasional terkena dampak. ’’Trading-nya kan terkait mata uang. Oleh karena itu, korban percaya saat diminta mengelus, ’’ jelasnya.

Namun, kepercayaan itu lambat laun rontok. Panji tidak kunjung menepati janjinya. Dia terus mengulur waktu datang kemudian beberapa korban mengadu ke pimpinan bank tempat tersangka bergerak. ’’Tersangka tidak pernah datang saat diundang untuk klarifikasi. Sudah mangkir, ’’ terangnya. Sejak saat itu, panji akhirnya dikeluarkan dari bank.  

BISNIS CULAS MANTAN CUKONG

  • Panji mengaku sebagai konsultan trading forex. Dia mengaku bisa memberikan keuntungan 5 persen setiap bulan untuk investor.
  • Awalnya simpulan memberikan komisi sesuai janji. Akhirnya diketahui, komisi itu diambil sejak setoran korban.
  • Sesudah modal menipis dan tidak bisa bayar komisi, tersangka menghilang.
  • Jumlah korban saat tersebut mencapai 20 orang. Total kesusahan Rp 15 miliar.

Sumber: Polda Jatim

Saksikan video menjadikan berikut ini: