Dapatkan promo member baru Pengeluaran HK 2020 – 2021.

JawaPos. com − Hingga saat ini realisasi program vaksinasi Covid-19 belum dipastikan. Tak terkecuali di Jatim. Namun, pemprov terus mempersiapkan pengoperasian program tersebut.

Terakhir, pemprov membentuk satuan tugas (satgas) khusus yang menangani pelaksanaan vaksinasi di Jatim. Satuan tersebut berharta di bawah kendali Pusat Pengoperasian Operasi (Pusdalops) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Pemprov juga sudah menyiapkan kantor buat satuan khusus itu. Yakni, dalam rumah dinas gubernur di Surabaya. ”Ini sesuai dengan koordinasi ana dengan pemerintah pusat, ” cakap Gubernur Khofifah Indar Parawansa kemarin.

Selain itu, sirih Khofifah, pemprov melalui satgas Covid-19 tengah menyiapkan sejumlah perangkat menjelang dimulainya program vaksinasi di Jatim. Mulai pendataan calon penerima vaksin, format pendistribusian, hingga pemantauan sesudah vaksin didistribusikan. ’’Program ini segar. Karena itu, formatnya harus disiapkan dengan matang, termasuk pemantauannya, ’’ ucap tokoh yang juga kepala PP Muslimat NU itu.

Di sisi lain, Ketua Tim Kuratif Satgas Covid-19 Jatim dr Joni Wahyuadi menambahkan, tersedia dua jenis vaksin yang bakal dibagikan. ”Yakni, vaksin dari pemerintah dan swasta, ” katanya.

Vaksin dari pemerintah diprioritaskan untuk tenaga kesehatan (nakes), bangsa penerima bantuan iuran (PBI) tanggungan kesehatan, dan pemberi layanan. Lulus, vaksin swasta bisa diperoleh di rumah sakit. Baik rumah rendah pemerintah maupun swasta yang bisa memberikan layanan vaksin.

Hanya, Joni belum bisa menguatkan kapan pendistribusian hingga pelaksanaan vaksinasi tersebut. ”Semua masih proses anju, termasuk persiapan penyambutan yang dilakukan pemerintah Provinsi Jatim, ’’ ucap dia.

Sebelumnya, pemprov menyiapkan vaksinator yang berjumlah bertambah dari 2 ribu orang. Mereka dilatih tentang cara memberikan vaksin kepada pasien. Vaksinator tersebut mau disebar ke semua layanan kesehatan di Jatim.

Realisasikan RS Darurat di Jember

Lonjakan  kasus pasien yang terpapar virus korona sedang berlaku di Jatim. Salah satu wilayah yang menjadi perhatian adalah Jember dan sekitarnya. Sebab, selain jumlah pasien yang terus bertambah, tingkat hunian rumah sakit rujukan dalam wilayah tersebut meningkat. Bahkan ada yang penuh.

Tersedia pula satu rumah sakit yang tingkat hunian ruang isolasinya penuh. Situasi itu mendapat atensi sejak Satgas Covid-19 Jatim. Sebuah vila sakit (RS) darurat untuk menampung pasien Covid-19 di wilayah tersebut disiapkan.

Dalam sepekan terakhir, jumlah kasus positif Covid-19 di Jember terus meningkat. Pertambahannya lebih dari 100 kasus bagi hari. Bahkan, dalam dua minggu terakhir, kasus positif aktif yang dirawat di Jember hampir 600 pasien.

Hingga kini, ada enam rumah sakit rujukan di Kabupaten Jember. Rata-rata okupansinya lebih dari 50 persen. ’’Bahkan ada yang mencapai 100 persen alias tak lagi bisa menampung pasien, ’’ kata Juru Cakap Satgas Covid-19 Jatim dr Makhyan Jibril.

Dia membuktikan, saat ini pihaknya tengah menyiapkan RS darurat. Sesuai dengan rencana, rumah sakit darurat itu mau dibangun di RS Paru. Rumah sakit tersebut dianggap paling setimpal. ’’Kapasitas ruang, tenaga medis, serta perangkat sedang didata, ’’ ujarnya.

Sejauh ini, di Jatim baru ada dua RS darurat. Yakni, di Surabaya dan Malang. Sementara itu, fasilitas itu belum tersedia di wilayah timur Jatim. ’’Untuk kepastiannya, segera disampaikan hasilnya, ’’ ungkap dia.

Saksikan video mengakui dibawah ini: