Bonus harian di Keluaran SGP 2020 – 2021.

Drama cahaya The Queen’s Gambit yang diproduksi Netflix mencatat fenomena. Serial ini mutakhir tayang pada 23 Oktober 2020, tetapi hingga kini telah ditonton oleh setidaknya 62 juta konsumen siaran televisi berbayar itu pada berbagai belahan dunia.

FILM tentang catur dengan dibuat berdasar novel Walter Tevis terbitan 37 tahun lalu itu bahkan membuat novel aslinya kembali dicetak ulang dan laku keras dalam pasaran hingga menembus daftar wacana laris The New York Times .

Film itu juga membuat gairah terhadap permainan catur meningkat pada seluruh dunia. Pencarian di pesawat pencari Google untuk ’’cara bermain catur’’ mencapai angka tertinggi di dalam sembilan tahun terakhir. Penjualan ’’alat bermain catur’’ di situs penjualan eBay meningkat 250 persen. Perkembangan jumlah pemain baru di situs permainan catur daring chess. com pun melesat hingga lima kali lipat.

The Queen’s Gambit merawikan perjuangan perempuan pecatur Beth Harmon (diperankan Anya Taylor-Joy) di negeri yang dikuasai lelaki dengan dasar Perang Dingin antara Amerika Serikat (Blok Barat) dan Uni Soviet (Blok Timur) pada 1960-an. Puncaknya adalah kemenangan Beth atas Vasily Borgov –juara dunia dari Uni Soviet– melalui pertarungan sengit dengan menggunakan pembukaan Gambit Menteri. Dalam strategi yang dikenal sejak era ke-15 ini, sebuah bidak di sisi menteri sengaja dikorbankan perlu mendapatkan keuntungan strategis yang berujung pada kemenangan.

Catur adalah permainan adu strategi di antara dua orang yang dimainkan pada sebuah papan yang tersusun dari 64 kotak hitam-putih berselang-seling pada petak 8 kali 8 yang terbagi sama rata. Permainan catur berasal dari India sebelum kala ketujuh Masehi. Asalnya bernama chaturanga dalam bahasa Sanskerta yang berguna ’’empat pasukan’’. Ini merujuk di jenis bala tentara yang digunakan di India saat itu, yaitu kereta perang, tentara bergajah, prajurit berkuda, dan pasukan infanteri. Sebutan ’’catur’’ yang berarti ’’empat’’ kelak diserap oleh bahasa Kawi (Jawa kuno).

Permainan ini lalu dibawa ke Persia lewat hubungan perdagangan dan di kian disebut chatrang (yang kemudian diadopsi oleh bahasa Arab) seperti terekam dalam buku Madayan i Chatrang (Kitab Catur) dari abad ketujuh. Kata mat dalam istilah checkmate atau skakmat berasal dari sebutan Persia ’’shah-mat’’ atau ’’raja mati’’. Istilah itu terus dipakai mematok kini.

Permainan catur lalu merambah Jazirah Arab dan cukup populer saat imperium Agama islam mencapai kejayaannya. Pada masa tersebut sejumlah intelektual terkemuka menulis buku tentang catur, termasuk filsuf Bangsa persia Abu Bakar Muhammad bin Zakariya Ar-Razi atau yang dikenal dengan nama Latin Rhazes (854–925). Dia menulis Latif fi Shatranj (Bergembira secara Catur). Ar-Razi juga dikenal jadi salah satu master catur terkemuka di masa itu. Dia berhasil mengalahkan Al-Adli Ar-Rumi yang disebut-sebut sebagai pemain catur terkuat pada kurun kesembilan di hadapan Khalifah Al-Mutawakkil di Baghdad –ibu kota kekhalifahan Islam saat itu– pada 847.

Catur kemudian diperkenalkan dan berkembang luas di darat Eropa pada abad kesembilan melalaikan Andalusia setelah terjadi penaklukan sebab Dinasti Umayyah. Diperkirakan buah-buah catur mendapat bentuknya yang seperti saat ini sejak abad ke-15 di Spanyol. Adapun peraturan catur modern hangat disepakati dan diberlakukan sejak era ke-19.

Kini catur yang dianggap salah satu tipuan tertua di dunia diakui jadi cabang olahraga dan dipertandingkan secara internasional. Juara dunia catur pertama yang diakui secara umum merupakan Wilhelm Steinitz (saat itu masyarakat imperium Austro-Hungaria) yang menggondol menggelar tersebut pada 1886 saat berumur 50 tahun. Juara dunia catur saat ini adalah ’’si bocah ajaib’’ Magnus Carlsen dari Norwegia yang dinobatkan pada 2013 pada usia 23 tahun setelah mengalahkan juara dunia sebelumnya, Vishwanatan Anand dari India.

Tersedia perbedaan penamaan buah catur di berbagai negara dan bahasa. Pada bahasa Inggris catur disebut chess. Buah catur terdiri atas king (raja), queen (ratu), bishop (uskup), knight (kesatria), rook (benteng), serta pawn (prajurit). Sementara itu, pada bahasa Arab, catur disebut shatranj. Nama yang digunakan adalah malik (raja), wazir (menteri), fiil (gajah), hishan (kuda), Rukh (benteng), & bidaq (prajurit).

Catur sampai ke Nusantara melalui para penjelajah dari Eropa ratusan tahun silam. Adapun istilah resmi penyebutan buah catur dalam bahasa Indonesia adalah raja, menteri, gajah, kuda, benteng, dan bidak yang lebih mirip dengan istilah dalam isyarat Arab ketimbang bahasa Inggris. Di dalam bahasa percakapan informal, menteri sering disebut patih dan gajah disebut kuncung karena bentuk buah caturnya yang seperti kuncung meski sebenarnya itu topi uskup.

Dengan demikian, dalam bahasa Indonesia, Queen’s Gambit disebut sebagai Gambit Menteri atau Pembukaan Menteri, tidak Gambit Ratu. Sebab, dalam tipuan catur disini tidak ada ratu. Ini menarik karena secara tersirat menyingkap watak bahasa Indonesia yang maskulin dan patriarkis. Jika di bahasa Inggris permainan catur berpusat pada ratu yang bebas bergerak, dalam bahasa Indonesia peran istri raja justru ditiadakan. Ratu tak mengikuti serta dalam percaturan adu pengaruh. Yang berwenang memimpin pasukan di dalam menyerang musuh dan melindungi kepala adalah menteri yang serbabisa dan (lazimnya) lelaki.

Dengan tersirat, ini juga mencerminkan jalan pandang (bangsa) kita bahwa (percaturan) politik adalah urusan (melulu) adam. Tempat perempuan hanyalah di bidang domestik –di luar papan dunia; semacam konsep Dharma Wanita cara Orde Baru. Itu tentu sekadar pandangan kuno yang harus dilawan, seperti yang dilakukan dengan terang oleh Beth Harmon dalam The Queen’s Gambit. (*)


ANTON KURNIA, Penulis dan mantan pecatur

Saksikan gambar menarik berikut ini: