Jackpot hari ini Result SGP 2020 – 2021.

JawaPos. com – Seorang pegawai honorer di Dinas Kesehatan Cianjur menjadi sindikat pemalsu surat antigen untuk para pemudik yang ingin pulang ke kampung halaman pada lebaran ini. Terungkapnya kasus ini bermula saat Polres Ciajur berhasil mengamankan seorang sopir travel gelap berinisial MR yang kerap menawarkan angkutan untuk mudik.

Dari para penumpang yang dibawa MR ke Cianjur selatan, mereka ternyata mengantongi surat antigen bebas Covid-19. Yang cukup mengejutkan, tulisan tersebut berkop Dinas Kesehatan Cianjur dengan stempel dan tandatangan pegawai. “Kita telusuri ini suratnya. Akhirnya kita dapat satu nama, JAB, ” ungkap Kapolres Cianjur, AKBP Mochamad Rifai, Selasa (4/5).

Sesudah melakukan pengintaian dan pencarian, JAB alias Ibong keputusannya bisa ditangkap. “JAB ataupun Ibong itu yang melaksanakan surat antigen tidak pantas prosedur atau palsu, ” ungkapnya dikutip PojokSatu (Jawa Pos Group) .

Tidak berhenti, dari hasil penelitian dan pengakuan JAB, penyidik mendapati satu nama asing berinisial AR. AR sendiri adalah salah seorang pegawai Dinas Kesehatan Cianjur. “Jadi, yang bikin surat palsu JAB. Tapi untuk file surat, kop surat, tanda dan tandatangan itu dibanding AR yang honorer Dinkes tadi, ” beber Rifai.

Yang tidak kalah mengejutkan, sindikat itu sudah membuat surat antigen palsu sejak awal Februari 2021 lalu. “Dari informasi tersangka, sudah membuat 100-an surat keterangan (palsu), ” tuturnya.

Selama tiga bulan tersebut, keuntungan yang didapat JAB & AR mencapai jutaan rupiah. “Karena surat ini membangun buat para pemudik tercampak bisa melewati penyekatan petugas di perbatasan, ” jelas dia. Diakui Rifai, kop surat, stempel dan tandatangan dalam surat tersebut sungguh terlihat seperti asli.

“Tapi itu bukan tandatangan dr Yusman Faisal (Kabid Pencegahan dan Pengoperasian Penyakit Dinkes Cianjur). Itu semua hasil editing JAB sampai stempel dan tandatangan, ” ungkap Rifai.

“Bahkan bukan cuma Dinkes Cianjur saja, akan tetapi ada juga menggunakan tulisan dari sejumlah klinik kesehatan tubuh yang diduga palsu, ” imbunhnya.

Saat ini, pegawai honorer Dinkes Cianjur berinisial AR, sedang menjalani pemeriksaan dan sudah ditetapkan sebagai tersangka. Sebab sindikat ini, pihaknya mengamankan sejumlah barang bukti. Di antaranya seperengkat komputer, printer, telepon selular, stempel, dan sejumlah surat keterangan palsu. “Tersangka dijerat Pasal 263 KUHP dan Pasal 268 KUHP dengan ancaman enam tahun penjara, ” tandasnya.