Promo menarik pada undian Data HK 2020 – 2021.

JawaPos. com – Komisi untuk Orang Hilang & Korban Tindak Kekerasan (Kontras) mengecam keras tindakan petugas kepolisian yang mengakibatkan kematian terhadap enam karakter. Keenam korban itu diduga sedang mendampingi perjalanan Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab.

Koordinator Kontras Fatia Maulidiyanti mengatakan, peristiwa ini merupakan bentuk pengingkaran prinsip fair trial atau kehakiman yang jujur dan adil. Pasalnya, berdasarkan keterangan dihimpun Kontras, bagian kepolisian mengakui sedang melakukan pembuntutan yang berkaitan dengan proses analisis.

Sementara itu, pada satu sisi, pihak FPI menyatakan bahwa keluarga Habib Rizieq Shihab sedang melakukan perjalanan untuk pengajian rutin keluarga. Di tengah kunjungan, dari kedua belah pihak mengantarkan keterangan yang berbeda atas tewasnya enam orang tersebut.

“Kendati demikian, penembakan yang dikerjakan terhadap enam orang tidak mampu dibenarkan, ” ujar Fatia kepada wartawan, Selasa (8/12).

Dalam beberapa kasus hasil pemantauan Kontras, selama tiga bulan terakhir terdapat 29 peristiwa extrajudicial killing atau pembunuhan di luar jalan hukum yang mengakibatkan 34 karakter tewas. penggunaan senjata api yang mengakibatkan tewasnya seseorang.

Kontras menemukan sejumlah pola, sesuai korban diduga melawan aparat, & korban hendak kabur dari mangsa polisi. Sehingga seringkali alasan tersebut digunakan tanpa mengusut sebuah perihal secara transparan dan akuntabel.

“Dalam konteks kematian enam orang yang sedang mendampingi Habib Rizieq Shihab, anggota kepolisian manasuka dalam penggunaan senjata api karena tidak diiringi dengan membuka akses seterang-terangnya dengan memonopoli informasi pengantara peristiwa tersebut, ” katanya.

Atas peristiwa kematian enam orang tersebut, Kontras mengindikasikan adanya praktik extrajudicial killing atau unlawful killing dalam peristiwa tersebut. Penggunaan senjata api juga semestinya memerhatikan prinsip nesesitas, legalitas, dan proporsionalitas.

“Terlebih lagi berdasarkan UN Basic Principles on the Use of Force and Firearms by Law Enforcement Official, penggunaan senjata api hanya diperbolehkan buat tujuan melumpuhkan bukan membunuh, ” ungkapnya.

Oleh sebab itu, Kontras menedesak  Kapolri Jenderal Pol Idham Azis untuk melakukan proses hukum secara terbuka serta adil terhadap anggota kepolisian dengan terbukti melakukan penembakan terhadap para korban.

“Kapolri juga harus memastikan bahwa tidak ada upaya tekanan dan ancaman jalan secara fisik maupun psikis kepada korban yang bertujuan untuk membatalkan proses hukum dan akuntabilitas privat Polri, ” katanya.

Kemudian Propam Polri harus menyelenggarakan pemeriksaan dan audit senjata suluh dan amunisi secara berkala yang digunakan oleh anggota kepolisian yang terlibat dalam proses pembuntutan tersebut.

Sementara, Komnas HAM dan Kompolnas secara independen kudu melakukan pemantauan langsung dan mendalam terhadap peristiwa penembakan ini.

“Komnas HAM dan Kompolnas juga harus memastikan bahwa rekomendasi-rekomendasi yang dikeluarkan nantinya akan mempunyai tekanan pada proses hukum yang berjalan serta memenuhi hak-hak dibanding korban penembakan, ” ungkapnya.

Ombudsman RI untuk melaksanakan investigasi terkait dengan dugaan maladministrasi dalam proses penyelidikan yang menyebabkan tewasnya enam orang tersebut.