JawaPos. com – Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil mengimbau asosiasi untuk menahan diri berlibur atau bepergian ke luar kota di momen libur panjang pada akhir Oktober mendatang. Hal ini menetapi kondisi pandemi Covid-19 yang belum mereda.

“Terkait libur panjang di akhir Oktober, saya imbau warga dalam situasi pandemi Covid-19 ini bisa menahan muncul (berlibur atau bepergian ke sungguh kota), ” ujar Kang Emil kepada wartawan.

Kang Emil pun menyarankan warga buat memanfaatkan libur panjang di akhir Oktober ini dengan berkumpul dalam rumah bersama keluarga atau memeriksa hiburan di sekitar tempat tinggalnya. “Berinteraksi dekat rumah saja. Meski tidak dilarang (berlibur atau berjalan ke luar kota-Red) karena wisata dibuka, tapi lebih baik menghindari kerumunan, ” tambahnya.

Adapun Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Jabar berkaca pada libur lama Idul Adha akhir Juli berserakan, di mana terjadi peningkatan urusan karena banyak warga berlibur ke tempat wisata dan bepergian ke kampung halaman.

Untuk itu, Kang Emil berujar pihaknya tetap mengantisipasi lonjakan kerumunan masyarakat di momen libur panjang simpulan Oktober ini, salah satunya dengan mengidentifikasi tempat-tempat wisata di seluruh Jabar dan memaksimalkan protokol kesehatan tubuh serta kapasitas tempat wisata.

“Petugas pariwisata sudah kami tugaskan menjaga hal itu (protokol kesehatan dan kapasitas). Jika meninggalkan kapasitas 50 persen, akan awak berikan sanksi, ” tegas Kang Emil.

“Kepada (warga) yang terpaksa harus pergi (berlibur atau ke luar kota), tentu harus melaksanakan protokol kesehatan 3M (wajib memakai masker, wajib menggembala jarak, dan wajib mencuci tangan), ” ujarnya.

Selain menjaga protokol kesehatan dan daya tempat wisata, Kang Emil menjelaskan bahwa pihaknya juga mengantisipasi pesta di jalur Puncak dan Cianjur yang kerap menjadi destinasi beristirahat bagi warga Jakarta.

Meski tidak menutup 100 komisi, Kang Emil menjelaskan, pihaknya bakal melakukan beberapa tindakan penyekatan bila dirasa volume pergerakan warga sudah melebihi kapasitas yang diperkirakan.

“Pengalaman sebelumnya, memang ada penutupan tapi tidak 100 komisi, hanya di jam-jam tertentu. (Penutupan) itu pasti kami ulangi, makin long weekend ini terdeteksi daya (orang berlibur) yang sangat tumbuh, ” kata Kang Emil.

“Jadi saya juga imbau kepada warga Jakarta, ikuti imbauan pemerintah, kalau bisa tidak zaman memaksakan diri ke Puncak ataupun Cianjur. Maksimalkan berekreasi di daerah dekat rumah masing-masing. (Berlibur atau ke luar kota) tidak dilarang, tapi kami punya kapasitasnya. Jika sudah berlebih, pasti kami tutup, ” tuturnya.

Ujung Emil pun berharap, antisipasi-antisipasi tersebut bisa membuahkan hasil yang diharapkan, yakni tidak adanya lonjakan urusan Covid-19, dalam hasil analisis petunjuk dua minggu setelah momen libur panjang akhir Oktober ini.