Bonus harian di Keluaran SGP 2020 – 2021.

JawaPos. com – Organisasi Kesehatan Negeri (WHO) menegaskan senjata antiCovid-19 yang paling efektif adalah masker. Awut-awutan bicara maske bedah atau kedok medis, setiap orang disarankan harus membuangnya setelah sekali penggunaan. Sayangnya, kondisi ini meningkatkan masalah dunia dengan tumpukan sampah medis.

Salah satu alternatifnya adalah masyarakat diminta menggunakan masker kain yang dapat digunakan kembali. Akan tetapi, sebagian orang lebih mengangkat masker bedah sekali pakai sebab lebih praktis tak perlu harus mencucinya lagi.

“Masker medis hanya untuk sekali pakai, ” kata Organisasi Kesehatan Dunia seperti dilansir dari Science Alert, Minggu (22/11).

“Buang kedok segera, sebaiknya ke tempat sampah tertutup” tegas WHO.

Namu, n saat keadaan genting pada April lalu, masker medis mengalami stok yang langka. Sebanyak metode saat itu dilakukan dengan memurnikan masker sekali pakai tercatat memaparkannya ke suhu tinggi atau radiasi ultraviolet.

Terampil mikrobiologi Prancis dan anggota Adios Corona, Denis Corpet melakukan tes coba. Dirinya memasukkan masker dalam amplop kertas dengan tanggal dengan ditandai dengan jelas, dan membiarkannya selama tujuh hari.

“Beberapa penelitian ilmiah menunjukkan kalau virus hampir semuanya mati di masker setelah tujuh hari, ” kata Corpet.

Sebuah penelitian yang diterbitkan di The Lancet menemukan bahwa hanya 0, 1 persen virus di bidang luar masker yang masih dapat dideteksi setelah satu minggu. Tetapi, metode ini tidak sesuai buat petugas layanan kesehatan yang terpapar pada viral load tinggi.

Penemu bahan filter bermuatan elektrostatis pada masker N95, Peter Tsai, setuju dengan metode tujuh hari. Namun dia menyarankan untuk membiarkan masker bekas di wadah terbuka selama seminggu sebelum digunakan kembali, sebuah siklus yang menurutnya dapat diulangi lima hingga 10 kali.

“Masker seluruhnya pakai juga dapat ditempatkan pada oven, ” kata Tsai kepada AFP

Idealnya di dalam suhu antara 70 dan 75 derajat Celcius (158 dan 167 derajat Fahrenheit), tidak terlalu luhur untuk menghindari pembakaran plastik, tetapi cukup panas untuk membunuh virus. Namun, masker medis jangan dicuci.

Peneliti Philippe Vroman dari universitas teknik Prancis Ensait sampai pada kesimpulan yang sesuai. Dia jiga menyarankan agar menyilih masker setiap 4 jam.

Namun tidak semua sarjana Prancis setuju. Mereka tetap menetapkan bahwa masker bedah sekali memakai harus dibuang ke tempat sampah setelah digunakan.

Saksikan video menarik berikut ini: