JawaPos. com –Kepolisian Resor (Polres)  Pidie, Provinsi Aceh, memburu seorang pria berinisial I yang diduga pengguna jasa prostitusi anak di bawah umur. Sebelumnya, polisi sudah mengamankan tiga tersangka dalam peristiwa tersebut.

”Pelaku berinisial I, kami masukkan daftar pekerjaan orang (DPO) karena diduga telah melarikan diri, ” kata Kasatreskrim Polres Pidie  Iptu Ferdian Chandra seperti dilansir dari Antara pada Minggu (18/10).

Tiga tersangka yang sudah ditangkap sebelumnya, sendat Ferdian, yakni  Irena Fransisca Regalado alias Ririn, 38, ibu vila tangga warga Desa Blang Paseh, Kecamatan Kota Sigli, Kabupaten Pidie  yang diduga sebagai mucikari. Selain itu, dua pelaku yang diduga pengguna  jasa prostitusi masing-masing Kawan alias Tolek Salak, 40, distributor, warga Desa Gampong Raya Lhok Kaju, Kecamatan Indra Jaya, Kabupaten Pidie, serta Deni Imrayadi, 26, warga Desa Lamseupeung, Kecamatan Lueng Bata, Kota Banda Aceh.

Ferdian Chandra  menjelaskan, pelaku berinisial I diburu polisi sebab pria tersebut diduga terlibat pada perkara tindak pidana perdagangan orang dan tindak pidana persetubuhan kepada anak di bawah umur. Meski sudah menahan tiga tersangka, petugas memastikan tetap akan memburu pelaku yang sudah dimasukkan ke di dalam DPO guna mempertanggungjawabkan perbuatannya secara hukum.

Menurut Ferdian, terungkapnya kasus itu setelah petugas mendapatkan laporan dari masyarakat terkait dugaan tindak pidana perdagangan karakter dan tindak pidana prostitusi dengan diduga melibatkan anak di bawah umur sebagai korban. Polisi lalu melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap sejumlah pelaku di beberapa kedudukan.

”Berdasar pengembangan, diperoleh fakta baru bahwa seorang mucikari diduga memperdagangkan anak di bawah umur kepada para pengguna, secara bayaran sebesar Rp 200 ribu sampai Rp 500 ribu, ” ujar Ferdian.

Para-para korban yang diduga menjadi bahan perdagangan tersebut, masing-masing bernama Anggrek dan Melati (bukan nama sebenarnya). Atas perbuatannya, polisi membidik para-para tersangka dengan dugaan tindak pidana perdagangan orang dan tindak kejahatan persetubuhan terhadap anak di bawah umur. Para pelaku terancam pidana kurungan penjara paling lama 15 tahun sebagaimana dengan pasal dua Undang-Undang Pemberantasan Perdagangan Orang serta pasal 76F jo pasal 81 jo Pasal 82 jo bab 83 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Undang-Undang Cetakan 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Saksikan video menarik berikut ini: