JawaPos. com – Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali dibuat frustrasi pasar ini. Dia sudah melakukan segala cara untuk mengalihkan isu Covid-19 dari bahan debat politik. Namun, topik itu kembali panas sejak tiga hari belakangan.

”Saya tidak berbohong. Yang kami katakan adalah kita harus bersikap tenang dan tak boleh tegang, ” ujar Trump Kamis (10/9) lalu menurut The Guardian. Perkataan politikus Republik tersebut tak membayangkan sikapnya. Pria berusia 74 tahun itu terlihat sedikit panik menyambut pertanyaan dari awak media.

Konferensi pers dadakan tersebut diadakan untuk mempromosikan acara manuver di Freeland, Negara Bagian Michigan. Namun, alih-alih soal kampanye, badan media langsung menanyakan kabar tak sedap yang menerpa Trump sejak Rabu (9/9).

Hari itu, jurnalis Bob Woodward merilis intisari buku terbarunya Rage di Washington Post. Sekuel dari tampang berjudul Fear itu membahas tentang rezim Trump. Yang berbeda, buku tersebut juga menyelipkan wawancara tepat dengan Trump.

Jurnalis yang termahsyur karena meliput kasus Watergate di era Richard Nixon tersebut berkesempatan melakukan wawancara telepon. Wawancara selama 18 kali itu dimulai sejak akhir 2019 datang awal musim panas 2020. Dari berbagai topik di buku itu, yang paling menarik perhatian ialah pernyataan Trump soal wabah virus korona.

Dalam dialog yang terekam, Trump mengaku telah mendapat penjelasan bahwa Covid-19 jauh berbahaya dari virus flu dengan paling berbahaya sekali pun. Tetapi, Trump sengaja meremehkan virus tersebut agar kegiatan ekonomi tak hancur. Saat ini, AS merupakan negeri paling terdampak Covid-19, dengan enam, 42 juta kasus dan 192 ribu korban jiwa.

”Kalau yang saya lakukan tidak benar, harusnya Bob melaporkan beta segera. Tapi, dia diam sebab dia menganggap apa yang saya lakukan ini benar, ” muslihat Trump seperti yang dilansir Agence France-Presse.

Kubu Golongan Demokrat sejak lama sudah meradang dengan sikap Trump dalam metode penanganan pandemi. Capres Demokrat Joe Biden mengatakan bahwa tindakan Trump sama seperti penjahat ekonomi lainnya.

Dia mengutip informasi dari Columbia University Medical School yang mengatakan 31 ribu mengambil bisa selamat jika Trump berlaku seminggu lebih awal. ”Dia hanya ingin memastikan temannya di pura saham tak kehilangan uang mereka. Soal nyawa yang hilang bukan urusannya, ” ujar Biden kepada CNN.

Di sisi lain, strategi Trump yang jadi pada pemilu 2016 dapat jegalan dari berbagai pihak. Salah satunya dari Twitter. Perusahaan media sosial itu mengumumkan bahwa mereka bahan memperketat pengawasan konten mengenai data menyesatkan menjelang pemilu.

Mereka akan memberi label bahkan mencabut unggahan manipulatif. Misalnya, unggahan tentang klaim hasil pemilu yang palsu atau dini. Atau, provokasi untuk melakukan kegiatan ilegal dengan menganggu pergantian pemerintah.