Bonus harian di Keluaran SGP 2020 – 2021.

JawaPos. com – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Stepanus Robin Pattuju (SRP) mengklaim dirinya menyerahkan diri setelah diketahui menerima suap senilai Rp satu, 3 miliar dari Wali Kota Tanjungbalai, Muhammad Syahrial. Penerimaan uang itu supaya Stepanus bisa membantu Syahrial agar kasus dugaan uang sogok lelang jabatan yang diduga menyeret Syahrial bisa dihentikan oleh KPK.

“Saya menyerahkan diri, ” kata Stepanus usai melaksanakan pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (27/4).

Sementara itu, Wali Kota Tanjungbalai Muhammad Syahrial meminta umum untuk menunggu jalannya metode persidangan. Dia enggan menyampaikan kata apapun kepada warga media.

“Nanti saya tunggu ya, ” singkat Syahrial.

Sebelumnya beredar informasi pemeriksa KPK Stpanus Robin Pattuju ditangkap oleh Propam Polri dan KPK karena diduga menerima uang Rp 1, 3 miliar dari Wali Kota Tanjungbalai, Muhammad Syahrial. Sebab Kadiv Propam Polri, Irjen Pol Ferdy Sambo mengaku mengamankan Stepanus bersama penyidik KPK.

“Propam Polri bersama KPK mengamankan penyidik KPK AKP SR hari Selasa (20/4) dan telah diamankan di Divisi Propam Polri, ” tegas Ferdy.

Stepanus telah menyandang status tersangka dalam kasus telaahan suap penanganan perkara dalam Pemerintah Kota Tanjungbalai. Selain Stepanus, KPK juga menetapkan  Wali Kota Tanjungbalai Muhammad Syahrial (MS) dan pengacaranya Maskur Husain (MH) jadi tersangka. KPK menduga, pemeriksa asal Korps Bhayangkara Stepanus menerima suap untuk mengurus perkara yang menjerat Syahrial.

Menangkap Juga: Reformasi ASN, Terbang Pangkat Tiap Dua Tahun dan Usia Pensiun Ditambah

Baca Juga: KRI Nanggala-402 Tenggelam, AHY: 1 Menutup Prajurit TNI Sangat Berharga

Stepanus yang merupakan penyidik KPK bersama dengan Maskur Husain menyepakati agar perkara sangkaan korupsi yang menjerat Syahrial di KPK tidak sedang dilanjutkan. Kesepakatan uang Rp 1, 5 miliar ini, setelah Stepanus bertemu Syahrial di rumah Aziz Syamsuddin pada Oktober 2020.

Syahrial lantas menyanggupi permintaan uang itu, secara kesepakatan kasusnya tidak dilanjutkan ke tahap penyidikan. Terlebih KPK juga sampai masa ini belum mengumumkan sejumlah pihak yang ditetapkan tersangka dalam kasus lelang jabatan di Kota Tanjungbalai.

Syahrial memberikan uang itu secara bertahap sebesar 59 kali melalui bon bank milik Riefka Amalia (RA) teman dari Stepanus. Uang itu baru diserahkan dengan total Rp 1, 3 miliar.

Stepanus dan Maskur disangkakan melanggar Pasal 12 tulisan a atau huruf b atau pasal 11 serta Pasal 12B UU No. 31 Tahun 1999 UNDANG-UNDANG No. 20 sebagaimana yang telah diubah dan ditambah UU No. 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) pertama KUHP.

Sedangkan Syahrial disangkakan melanggar Bab 5 ayat 1 tulisan a atau b ataupun Pasal 13 UU No. 31 Tahun 1999 UNDANG-UNDANG No. 20 sebagaimana yang telah diubah dan ditambah UU No. 20 Tarikh 2001 tentang Pemberantasan Aksi Pidana Korupsi.