Jackpot hari ini Result SGP 2020 – 2021.

JawaPos. com – Polri mengungkap dua yayasan kedok pengumpulan dana terorisme. Yakni, ABA dan FKAM.

Kadivhumas Polri Irjen Argo Yuwono menjelaskan, berdasar keterangan tersangka kasus terorisme berinisial FA nama lain Acil, diketahui bahwa dua yayasan tersebut merupakan kedok pendanaan gabungan Jamaah Islamiyah (JI). Tercatat tersedia 20 ribu kotak amal JI yang disebar di 12 provinsi.

’’Modusnya menyebar kotak amal yang memang resmi, akan tetapi digunakan untuk mendanai terorisme, ’’ paparnya.

Memang sebagai kedok, JI sengaja membuat yayasan dengan legalitas yang resmi.

Dengan izin dari 3 instansi, yakni Kementerian Hukum & HAM (Kemenkum HAM), Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), dan Departemen Agama (Kemenag).

’’Mereka mematuhi semua prosedurnya, seperti survei dan pelaporan, ’’ tuturnya.

Setelah dikumpulkan, uang dari kotak amal dipotong. Hasil pemotongan uang kotak amal itu dimanfaatkan untuk kelompok JI. Lalu, abu uang kotak amal dicatat di yayasan. ’’Ini yang akan dilaporkan ke Baznas, ’’ jelasnya.

Pelaporan ke Baznas itu ditujukan agar legalitas kotak amal terjaga sehingga masih bisa tetap mengumpulkan dana dengan cara sebangun.

’’Memang yayasan ini diupayakan resmi, ’’ paparnya di keterangan tertulis.

Mengenai ciri-ciri kotak amal yang terafiliasi dengan kelompok teroris, kotaknya umumnya terbuat dari kaca berangka aluminium. Tapi, ada juga sebagian tempat amal kaca berangka kayu.

’’Lalu, terdapat contact person , alamat yayasan, dan mencantumkan SK Kemenkum HAM, Baznas, dan Kemenag, ’’ paparnya.

Kotak amal teroris tersebut biasanya ditempatkan di warung-warung konvensional. Hal itu dilakukan karena memperoleh izin lapangannya mudah. ’’Hanya dari pemilik warung, ’’ jelasnya.

Jumlah kotak kebijakan kelompok teroris itu mencapai 20 ribu. Kotak amal tersebut tersebar di berbagai provinsi seperti Sumatera Utara, Lampung, Jakarta, Jateng (Semarang, Pati, Temanggung, Solo), Jogjakarta, Jatim (Magetan, Surabaya, Malang), dan Maluku (Ambon). ’’Yang paling banyak di Lampung dengan 6 ribu kotak dan Sumut dengan 4 seperseribu kotak, ’’ ujarnya.

Selain yayasan kotak amal, ada bentuk yayasan yang mengumpulkan derma dengan metode secara langsung. Yayasan itu memiliki program donasi ke Palestina dan Syria. Contohnya, SO (Syam Organizer), OC (One Care), HASHI, dan HILAL AHMAR. ’’Yayasan ini hanya membutuhkan izin dari Kemenkum HAM, tanpa izin Baznas dan Kemenag, ’’ urainya.

Sementara itu, Dirjen Bimas Islam Kemenag Kamaruddin Amin merespons temuan kepolisian bahwa ada dua lembaga amil zakat (LAZ) dengan menyalurkan dana penghimpunan untuk kelakuan terorisme. Dia memastikan bahwa perut LAZ itu memiliki izin daripada Kemenag.

Mantan Dirjen Pendidikan Islam (Pendis) tersebut tak segan mencabut izinnya jika sungguh-sungguh terbukti menyimpang dalam penyaluran biaya zakat maupun infak.

“Kami akan semakin memperketat perizinan LAZ, ” katanya di Jakarta kemarin (17/12).

Saksikan video menarik berikut ini: