JawaPos. com – Masa kepengurusan PP PBSI periode 2016–2020 berakhir bulan ajaran. PBSI telah menentukan tanggal buat melaksanakan musyawarah nasional (munas), tercatat di dalamnya pemilihan ketua ijmal periode 2020–2024. Acara tersebut hendak digelar pada 5–6 November di Hotel JHL, Tangerang.

PBSI menunjuk Edi Sukarno jadi ketua tim penjaringan. Mereka diberi tugas memproses seleksi bakal bahan ketua umum. Saat ini masih masuk tahap sosialisasi ke pemimpin provinsi sebagai pemilik suara.

Dalam konferensi pers di Hotel Santika TMII (13/10), Edi menjelaskan, syarat calon ketua umum tidak harus memiliki pengalaman menyelenggarakan organisasi sebelumnya. Selain itu, tidak ditentukan batasan usia.

’’Yang jelas, bakal calon ketua umum tidak boleh menjadi pengurus cabang olahraga lain ataupun pantas menjabat pengurus KONI. Bakal calon ketua umum juga harus mendapat surat dukungan dari 10 pengprov yang sah, ’’ ungkapnya.

Pengprov yang tidak berlaku yang dimaksud adalah pengprov dengan masa baktinya sudah habis & belum melaksanakan musyawarah provinsi. Ada dua pengprov yang tidak bisa memberikan suara, yaitu Kalimantan Sedang dan Sulawesi Utara. Jadi, di dalam munas nanti, total ada 32 pengprov yang memiliki hak perkataan.

Untuk siapa yang akan menjadi bakal calon kepala umum nanti, Edi belum bisa membeberkan. Baru pada 26 Oktober nanti terlihat siapa saja dengan akan menjadi nakhoda PBSI semasa empat tahun ke depan. Pokok, itu merupakan batas akhir pengembalian formulir.

’’Bisa terjadi nanti lebih dari satu bahan calon. Apakah dia bisa mengikuti pemilihan, itu tergantung yang bersentuhan memenuhi syarat atau tidak, ’’ lanjut Edi.

Penetapan calon ketua umum kali tersebut sangat krusial. Sebab, tahun aliran ada banyak agenda penting yang menumpuk. Sebut saja Olimpiade, Beker Thomas dan Uber, Piala Sudirman, serta World Tour Finals.

Sekjen PP PBSI Achmad Budiharto menegaskan, pergantian pengurus tak akan mengganggu tujuan PBSI untuk mempertahankan prestasi atlet. Menurut dia, PBSI sudah cukup matang & dewasa.

’’Walaupun kepengurusan berganti, pasti ada (program) yang berkesinambungan ke depannya. Semua berharap prestasi terus berkelanjutan. Yang memiliki (pengurus) setelahnya pasti tidak sedia kehilangan momentum, ’’ ungkap Tabiat.

Tahapan Seleksi Calon Ketua Umum PBSI

1. 1–16 Oktober 2020
Sosialisasi kepada pengprov dan masyarakat mencuaikan media.
2. 17–21 Oktober 2020
Pengambilan formulir pendaftaran bakal calon kepala umum.
3. 22–26 Oktober 2020
Pengembalian formulir pendaftaran. Batas waktu pengembalian formulir adalah 26 Oktober 2020 pukul 17. 00 WIB.
4. 27–30 Oktober 2020
Pemeriksaan berkas-berkas dan persyaratan yang telah diajukan. Bakal calon ketua umum juga mampu melengkapi berkas yang masih invalid pada periode ini.
5. 31 Oktober–4 November 2020
Pemberitahuan kepada bakal calon ketua umum apakah mereka memenuhi syarat atau tidak. Itu yang memenuhi syarat akan diundang ke munas untuk menyampaikan visi misi.